Unik, Tim Tari SMAN 39 Jakarta Angkat Tema Gempa Palu pada DBL Jakarta East Region

  • Diupload pada 30 Okt 2018

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

    TRIBUNJAKARTA.COM, RAWAMANGUN - Tarian yang disajikan oleh para siswa SMAN 39 Jakarta tampak berbeda dibandingkan tim tari dari SMA lain pada Honda DBL Jakarta East Region di GOR Pulogadung.

    Biasanya tarian DBL akan menyumbangkan tarian modern dengan pakaian terbuka, lain halnya dengan tim tari SMAN 39 Jakarta yang tampil kumuh.

    Namun, dibalik keunikannya tersebut ternyata mereka mengusung tema gempa Palu, Sulawesi Tengah.

    Safhira Isfiyana Putri selaku ketua tim tari SMAN 39 Jakarta mengaku ingin tampil beda dengan tim tari di DBL.

    "Kita pingin tampil unik, karena selama DBL itu modern dance terus. Kenapa kita gal tampil unik, siapa tahu bisa menang," tutur Safhira di GOR Bulungan, Jakarta Timur, Sabtu (27/10/2018).

    Dalam tarian tersebut, Safhira cs menampilkan beberapa tema gerakan yang pertama adalah gerakan yang melambangkan sebuah gempa.

    Gerakan tersebut, lanjur Safhira, digerakan dalam tempo yang cepat.

    "Ada tiga kategori, yang pertama tentang tanah. Maknanya gempa yang bergerak itu kan ritmenya cepat, tempo cepat maksudnya gempa bumi," jelas siswa kelas XI itu.

    Lalu gerakam kedua melambangkan sebuah gelombang air yang diperagakan secara lembut dengan menghadirkan dua buah kain panjang berwarna biru.

    Kemudian, kain tersebut dikibas-kibaskan bak ombak tsunami yang melanda Palu dan sekitarnya.

    "Yang kedua itu air. Tadi ada yang memegang kain biru maksudnya air, melambangkan air tsunami di Palu," sambung Safhira.

    Lalu yang terakhir mereka menampilkan sebuah drama bercampur tarian yang melambangkan kesedihan dan kesengsaraan warga Palu usai gempa tsunami.

    Mereka mengekspresikan wajah mereka yang menangis serta saling berpelukan seakan menderita.

    "Yang ketiga dampak dari peristiwa itu tadi. Menjerit, menangis, pokoknya yang kita lihat dari saudara di Palu itu dampaknya seperti itu," ujar Safhira.

    Maksud dari tarian tersebut, lanjut dia, adalah untuk mengetuk hati peserta Honda DBL Jakarta East Region untuk menyumbangkan sebagian hartanya kepada korban gempa Palu.

    Kedepannya, ia mengaku akan menampilkan tarian dengan tema yang sama namun akan sedikit rumit.

    "Tadi kan kelihatannya simpel banget ya karena emang kita latihannya cuma enam hari aja," terang Safhira.

    Tim basket putra SMAN 39 Jakarta sendiri berhasil menyingkirkan rivalnya SMAN 59 Jakarta do Honda DBL Jakarta East Region dengan torehan skor akhir 22 - 34.

    Simak videonya di atas.(*)

    Channel TribunJakarta Official

[X]